PARASITOLOGI
Bab II
A. PENDAHULUAN
Parasitologi adalah ilmu yang
mempelajari makhluk hidup (organisme) yang hidupnya menumpang (bergantung) pada
makhluk hidup yang lain.
Parasitologi kedokteran adalah ilmu
yang mempelajari hewan yang hidup parasitis pada manusia.
Dikenal pula istilah endoparasit dan
ectoparasit
Endoparasit adalah parasit yang hidup
di dalam tubuh manusia,misalnya dalam darah,otot dan usus, contohnya
plasmaodium sp.
Ectoparasit adalah parasit yang hidup
menempel pada bagian luar kulit dan kadang-kadang masuk kedalam jaringan di
bawah kulit. Misalnya sarcoptes scabiei.
Obligate parasit adalah parasit yang
tidak bisa hidup bila tidak menumpang pada host.
Fakultatif parasit adalah parasit
yang pada keadaan tertentu dapat hidup sendiri di alam, tidak menumpang pada
host, misalnya strongyloides stercorralis (cacing).
B. SUMBER PENULARAN PENYAKIT PARASITOSIS
Sebagai sumber penularan parasitosis
dapat berupa:
1. Tanah dan air yang terkontaminasi.
2. Makanan yang mengandung parasit.
3. Arthopoda pengisap darah.
4. Binatang peliharaan atau binatang
liar yang mengandung parasit.
5. Penderita parasitosis beserta
barang-barangnnya atau lingkungannya yang telah terkontiminasi penderita.
6. Penderitanya dapat dapat menjadi
sumber infestasi bagi dirinya sendidri
(autoinfeksi).
C. PINTU MASUKNYA PARASIT KE DALAM TUBUH
Pintu masuk endoparasit umumnya
adalahn melalui mulut. Misalnya protozoa usus, hymenolepis nana, taenia solim
dan lain sebagainya, masuk dalam tubuh manusia melalui makanan yang
terkontaminasi parasit,berupa kista, telur,larva, ataupun parasit dewasanya.
Beberapa cacing seperti necartor
americanus, schistoma sp, dan sebagainya, larva dari tanah masuk kedalam tubuh,
menembus kulit yang utuh.
Parasit-parasit yang dalam siklus
hidupnya memerlukan arthropoda pengisapdarah sebagai hostnya, dimasukan ke
tubuh manusia melalaui tusukan dikulit waktu arthopoda menghisap.
Parasit juga
bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui
1. Inhalasi, misalnya telur cacing
entersobius vermincularis.
2. Hubungan sex, misanya trichomonas
vaginalis.
3. Placenta, misalnya toxoplasma
gondili.
D. PROTOZOA
1.
Pendahuluan
Protozoa
adalah binatang bersel tunggal. Bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Ada yang
berbentuk dan ukurannya relatf tetap. Ada yang waktunya relative bentuknya
berubah-ubah.walaupun ukuran dan
bentuknya berbeda-beda, secara umum protozoa memepunyai beberapa persamaan.
2.
Cara berkambang biak (reproduksi)
Protozoa
dapat memeperbanyak diri (reproduksi) secara asexsual dan sexual. Reproduksi
asexsual dapat berupa pembelahan biner (binary fision); 1 (satu) menjadi 2
(dua) ; atau pembelahan multiple( multiple fision) 1 (satu) menjadi beberapa
lebih dari 2 (dua) sel protozoa yang
baru. Reproduksi sexual dapat berupa konjugasi atau satunya gamete (fusi
gamet).
Reproduksi protozoa
yang penting dalam kaitannya dengan kedokteran
|
kelompok
|
Reproduksi
asexual
|
Reproduksi
sexual
|
genus
|
|
Phylum:sarcomatigophora
Subphylum: sarcodina
|
Pembelahan biner
|
Fusi gamet
|
Amoeba
Entamoeba
|
|
Subphylum:mastigopphora
|
Pembelahan biner
|
-
|
Trypanosome
Giardia
Trichomonas
|
|
Phylum: apicomplexa
Kelas:sporozoa
|
Schizogony(pembelahan multiple)
|
Fusi gamet
|
Plasmodium
Toxoplasma
|
|
Phylum:cilophora
Subphylum:ciliata
|
Pembelahan travesal
|
konjugasi
|
Balantidium
Paramaecium
|
3.
Protozoa yang penting dalam kaitannay
dengan kedokteran
a.
Entamoeba histolytica (entamoeba
dysenteriae)
Entamoeba
histolytica mempunyai siklus hidup
secara berurutan dari trohozoite (bentuk vegetatif), prakista, kista (dengan 1
(satu) atau 2 (dua) inti),metakista (dengan 4 inti), metatrophozoite, dan trophozoite.
Bentuk
trophozoitenya aktif, mudah mati dalam tubuh manusia dan tetap tahan hidup
dalam air. Dapat menimbulkan penyakit pada manusia, kucing, anjing dan
babi.penulran sangat lah bervariasi seperti lalui musca domestica , kecoa, dan
lain sebaginya.
Gejala penyakit
Gejala penyakitnya sangat bervariasi
tergantung pada beratnya infeksi dan tempat dimana infeksinya terjadi.seperti
gejala klasik dan disertai amoeba adalah
seringbuang air besar , fecesnya sedikit dengan lender dan darah, yang biasanya
disertai rasa sakit diperut dan biasanya tidak demam. Gejalanya bisanya akut
bisa juga tidak.
Bahan pemeriksaan untuk laboratorium
Sampel
untuk pemeriksaan laboratorium adalah feces atau material dari abscess. Yang
harus diperhatikan gambar dari keseluruhan, konsistensi dan baunya.
Pencegahan
Pencegahan
dilakukan dengan meningkatkan sanitasi lingkungan dan hygiene pribadi.
b.
Plasmodium sp.
Plasmodium
sp. Pada manusia menyebabakan penyakit malaria dengan gejala demam, anemia dan
spleomegali( pembengkakan spleen).dikenal 4 jenis plasmodium, yaitu: 1.
Plasmodium vivax menyebabkan malalria tertian( malaria tertian benigna); 2.
Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana.; 3.plasmadium facifarum
menyababkan malaria tropika.; 4. Plasmaium ovale menyebabakan malaria ovale.
Malaria
menular melalui gigitan nyamuk Anopheles sp.plasmadium sp.berreproduksi secara
sexual dan asexual di dalam host yang berdeda.
Gejala penyakit
Gejala
utama malaria adalah demam yang periodic disertai menggigil dan diakhiri dengan
keringat, anemia, splenomegali, dan leucopenia. munculnya demam yang periodik ini berkaitan dengan pencegahan
sejumlah besar erythrocyte, baik yang berparasit maupun tidak.
Bahan
pemeriksaan untuk laboratorium
Sampel
untuk pemeriksaan laboratorium adalah darah yang diambil pada waktu penderita
mengalami demam.
Pencegahan
Penceganhan
malaria dilakukan dengan: 1. Menghidari
gigitan nyamuk, misalnya tidur memekai kelambu.; 2. Mengobati semua penderita untuk menghilangkan
sember penularan.;3. Pemberantasan
nyamuk dan larvanya.
c.
Toxoplasma gondii
Adalah
protozoa berbentuk ovoid atau pyriformis dengan panjang 4-6 mikro dan lebar
2-3mikron, atau parasit pada manuasia, kucing, anjing, ayam, marmot, kambing
,ternak dan merpati. Penularannya di ketahui secara pasti, tetapi di duga
melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi yang berasal dari penderita
atau binatang yang terinfeksi. Gejaka yang timbul adalah demam yang tidak
begitu tinggi,sakit kepala, sakit otot, pembengkakan kelenjar lympha dan
spleen.
Bahan
pemeriksaan untuk laboratorium
Sample
diambil dari biopsy kelenjar lympha yang memebengkak untuk dilihat dengan
mikroskop atau kultur jaringan dan dari darah untuk test serologis.
Pencegahan
Meningkatkan
sanitasi lingkungan dan hygiene pribadi (cuci tangan sebelum makan). Makanan,
terutama daging harus dimasak sampai matang. Khusus bagi wanita hamil agar
menghindari penularan, terutama dari kucing dan kotorannya.
d.
Trichomonas vaginalis
Trichomonas vaginalis adalah protozoa yang terdapat hanya
daam bentuk vegetatife (tidak bisa berbentuk kista), ukurannya 10-30 mikron,
mempunyai membran undulate dan 4 (empat) flagel anterior, tidak mempunyai
flagel posterior, dan reproduksinya dengan cara membalah diri.
Menular
melalui hubungan kelamin atau secara tidak langsung melalui pakaian dan air
(mandi bersama).
Gejala panyakit
Pada
wanita gejalanya berupa leucorrhea(keputihan) disertai sara panas dan gatal
pada daerah vagina. Pada pria seringkali asymptomatis, dapat pula menimbulkan
rasa gatal, atau urethritis yang hilang timbul.
Bahan pemeriksaan untuk laboratorium
Pada
wanita trichomonas vaginalis bisa ditemukan dari secret vagiana, apusan vagina
atau dari sedimentasi urina.pada pria bisa diperoleh dari sedimentasi urine
atau cairan prostate.
Pencegahan
Menghindari
penularan dari penderita (menghindari hubungan sex di luar nikah) dan
meningkatkan hygiene pribadi.
e.
Giardia lamblia (lambia intesinalis)
Giardia
lamblia bisa berupa vegetative(tropozoit) maupun kista.reproduksinya dengan
jalan membelah diri, Giardia lamblia mempunyai 8 (delapan) flagel dengan ukuran
panjang 9-21 mikron,lebar 5-15 mikro dan table 2-4 mikron.
Menular
melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi kistanya.
Penyakit yang ditularkannya
Bila infeksinya
cukup berat, dapat menimbulkan rasa tidak enak di daerah lambung,
nausea,flatulence, diarrhea kronis, tidak ada nafsu makan dan berat badan
menurun.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Simple
berupa feces, deperiksa dengan mikroskop untuk menemukan bentuk vegetative
maupun kistanya.
Pencegahan
Pencegahan
dilakukan dengan meningkatkan sanitasi lingkungan dan hygiene pribadi.
f.
Balantidium coli (paramaecium coli)
Balantidium
coli merupakan protozoa paling besar
dianatara protozoa yang merupakan parasit pada manusia dan kadang-kadang dapat dilihat dengan mata
secara langsung.protozoa ini memiliki 2 (dua) inti yaitu macronucleus dan
micronucleus.
Berreprodusi
dengan pembelahan biner dan konjugasi.penularanya melalui makanan dan minumann
yang terkontaminasi kistanya yang berasal dari faces penderita atau feces
binatang yang terinfeksi.
Gejala penyakit
Balantidiasis kadang-kadang asymptomatis,
tetapi umumnya gejalanya menyerupai dysenteri berupa diarrhea, abdominal kolik,
tenesmus, nausea, trophozoite, atau kistanya.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Semple
berupa feces penderita , dilihat dengan mikroskop untuk menemukan trophozoite
atau kistanya.
Pencegahan
Meningatkan
santasi lingkungan dan hygiene pribadi khususnya kebersihan makanan dan
minuman.
g.
Leishmania donovani
Adalah
protozoa yang memiliki 1 (satu)flagel, 1 inti dan 1 kinetoplast. Breproduksi
dengan pembelahan biner. Ditulularkan melalui gigitan lalat penghisap darah.
Gejala penyakit
Gejala
penyakitnya bisa muncul secara akut dan lambat. Pada yang akut ditandai dengan
demam tinggi, menggigil dan muntah-muntah, demamnya biasanya hilang timbul,
selang 2 hari,dan penurunan suhu disertai keringat banyak.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Sample
untuk pemeriksaan laboratorium berupa darah atau jaringan untuk dilihat dengan
miskroskop, perbenihan, percobaan binatang dan test serologi.
Pencegahan
Pencegahan
dilakukan dengan: 1. Semua penderita diobati, untuk menghilangkan sumber
penularan.; 2. Hilangkan sampah yang membusuk tempat perkembangan baik
phlebotomus sp.; 3. Barantas anjing liar yang mungkin menjadi reservoir
leishmania donovani.
h.
Leishmania tropica
Sifat
leishmania tropica leishmania donovani. Bereproduksi denagn pembelahan biner.
Pada manusia menyebabkan penyakit leishmaniasis kulit. Leishmania tropica
adalah parasit pada anjing , binatang pengerat dan mamalia lainnya.
Gejala penyakit
Pada
tempat gigitan phlebotomus terjadi papula, kemudian ulcus yang tertutup kerak
da keluarnya exudates yang lengket.bila terjadi infeksi sekunder akan terjadi
kerusakan jaringan yang lebih hebat.
Bahan untuk pemerikasaan laboratorium
Sample
di ambil dari kulit dilihat dengan mikroskop untuk menentukan protozoanya dan
dilakukan biakan pada perbenihan.
Pencegahan
Lesi
kulit harus ditutupi agar tidak dihinggapi lalat untuk mencegah penularan pada
orang lain dan autoinfeksi.
i.
Leishmania braziliensis
Mempunyai
sifat yang sama dengan leishmania donovani dan leishmania tropica. Bereproduksi
dengan pembelahan biner.menimbulkan penyakit mucocutaneous leishmaniasis yang
ditularkan melalui gigitan phlebotomus sp.
Gejala penyakit
Pada
tempet gigitan phlebotomus terjadi papula yang berwarna merah,gatal dan
berkembang menjadi vesicle dan dalam waktu 2-4 minggu akan berkembang menjadi
ulcus, kulit sekitarnya maradang.
Bahan untuk pemerikasaan laboratorium
Sample
yang diambil ulcus dari kulit atau diselaput lender untuk melihat setelah
pewarnaan giemsa dan untuk perbenihan.
Pencegahan
Pencegahan
dilakukan dengan menghindari gigitan phlebotomus sp. Engan menggunkan pengusir
insect dan pakaian yang melindungi kulit.
j.
Trypanosome
Trypanosoma
adalah protozoa berflagel yang bersifat parasit didalam darah atau jaringan
bergai jenis vertebrata
1. Trypanosome gambiense mempuyai 3 bentuk, yaitu : panjang ramping berflagel, pendek gemuk tidak
berflagel dan berbentuk peralihan antara keduanya. Pada manusia menyebabkan
penyakit tidur. Hidup di dalam darah kelenjar lympha,spleen dan liquor
cerebrospinalis. Enfeksi trypanosome gambiense pada ternak kambing dan babi
seringkali asimptomatis sehingga berbahaya sebagai sumber penularan.
Gejala penyakit
Tempat
gigitan lalat glossina akan terasa gatal dan sakit diikuti demam, sakit kepala,
menggigil dan kehilangan nafsu makan.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Sample
di amabil dari darah, kelenjar getah bening, liquor cerebrospinalis atau sumsum
tulang.
Pencegahan
Menghindari
gigitan glossina sp. Pengobatan penderita untuk menghilangkan sumber penularan,
pemberantasan lalat dengan insecticide.
2. Trypanosome cruzi didalam siklus hidupnya melibatkan manusia sebagai host dan seranagn
sebagai host sekaligus vector penyakitnya.bereproduksi dengan jalan pembelahan
biner. Sebagai binatang reservuirnya antar lain anjing , kucing, moyet, dan
kelelawar.penularan penyakitnya kepada manusia melalui gigitan triatoma sp.
Gejala penyakit
Gejala
akutnya seperti : demam tinggi, anorexia, muntah,dan diarrhea.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Sample
untuk pemeriksaan laboratorium berupa darah biopsy jaringan.
Pencegahan
Dengan
menghindari gigitan triatoma, misalnya tidur berkelmbu, karena triatoma sering
menggigit malam hari.
E. CACING ( HELMINTH)
1. Cacing dan penyakit karena cacing
Cacing
yang bersifat parasit pada manusia termasuk dalam 2 (dua) golongan besar, yaitu
: cacing bulat (nemathelminthes) dan cacing pipih (platyhelminthes). Penyakit
karena cacing (helminthiasis), banyak tersebar diseluruh dunia terutama daerah
tropis.hal ini dikaitkan dengan faktor cuaca dan tingkat sosio-ekonomi
masyarakat.
2. Nematode
Nematode
(cacing bulat)mempunyai bentuk bulat panjang dan tidak bersemen mempunyai
kelamin jantan dan betina. Cacing jantan lebih kecil dari pada cacing betina
dan melengkung kearah ventral. Ukurannya berparnyasi.bentuk telurnya
bermacam-macam tergantung jenis
cacingnya.
a. Nemotoda
intestinal
siklus hidup nemotoda intestinal dapat dibagi dalam 3 golongan , yaitu: tipe langsung, modifikasi
dari tipe langsung dan penetersi kulit.
Ø
Tipe
langsung
Dalam
hal ini cacing dewasa langsung tumbuh dari telur cacing begitu sampai di dalam
tractus intestinalis. Misalnya, trychuris trichiura dan enterobius
vermicularis.
Ø Modifikasi
dari tipe langsung
Telur cacing yang berembrio yang
masuk ke dalam itestinum menetas menjadi larva. Larva ini menembus dinding
intestinum, masuk ke dalam aliran darah. Di daam paru-paru larva akan keluar
dari sistem kapiler naik ke trachea, kemudian masuk keoessophagus, tertelan ke
lambung terus ke intestinum dan menjadi cacing dewasa, misalnya Ascaris
lumbricoides.
Ø Tipe
penetrasi kulit
Telur yang berasal dari feces
penderita, pada tanah yang basah akan menetas mejadi bentuk rhabditia yang
setelah beberapa waktu tumbuh menjadi bentuk filaria. Bentuk filaria ini dapat
menembus kulit yang utuh kemudian masuk ke dalam aliran darah sampai kapiler
paru-paru, kemudian, ke luar dari kapiler paru-paru naik ke trachea, pindah ke
oesophagus tertelan untuk akhirnya sampai di intestinum untuk menjadi dewasa.
Misalnya, Ancylostoma duodenale.
3. Nematoda yang
Infestasinya di dalam Usus (Nematoda Intestinal)
a. Trichuris
trichiura
Panjang cacing betina antara 35-50
mm, sedangkan cacing jantan 30-40 mm. bentuknya seperti cambuk, bagian anterior
kecil seperti benang sedang bagian posteriornya, kira-kira 2/5 (dua perlima)
dari panjang cacing, jadi lebih besar. Biasanya menempati daerah cecum dan
appendix. Menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telurnya.
Gejala Penyakitnya
Bila infeksinya ringan, biasanya
asymptomatis (tanpa gejala). Bila jumlah cacingnya banyak, biasanya timbul
diarrhea dengan feses yang berlendir, nyeri perut, dehidrasi, anemia, lemah dan
beratbadan menurun.
Bahan Pemekrisaan untuk Laboratorium
Sample berupa feces penderita untuk
menemukan telur cacingnya.
Pencegahan
Peningkatan hygiene pribadi, cuci
tangan sebelum makan, hindari makan sayuran mentah dan perbaikan cara
pembuangan feces.
b. Enterobius vermicularis (oxyuris
vermicularis)
Cacing betina panjangnya 8-13 mm,
sedangkan cacing jantan 2-5 mm. Biasanya menempati daerah bagian bawah ileum,
cecum dan colon.
Menular melalui makanan dan minuman yang
terkontaminasi telurnya. Dapat juga melalui udara yang mengandung telur cacing
yang berasal dari pakaian atau gtempat tidur penderita lalu terhirup bersama
udara pernapasan. Infeksi karena interobius vermicularis biasanya mengenain
semua keluarga dan asymptomatis.
Bahan pemeriksaan untuk laboratorium
adaah melakukan perianal swab (apusan perianal)yang dilakukan pagi hari,
sebelum penderita mandi dan defecate (buang air besar).
Pencegahan dilakukan dengan
meningkatkan hygiene pribadi dan menghindari penularan.
c. Ascaris lumbricoides
cacing betina panjangnya 20-35 cm,
sdangkan cacing jantan 15-30 cm. Cacing dewasanya hidup di usus halus terutama
di jejunum. Menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi telurnya.
Gejala penyakit
1. Reaksi terhadap larva migran
Sewaktu
larva bermigrasi menembus dinding intestinum dan alveolus terjadi perdarahan
kecil-kecil. Penderita akan demam, batuk-batuk, dan kadang terjadi hemoptysis.
2. Reaksi terhadap cacing dewasa
Gejalanya
berupa nyeri perut biasanya di daerah epigastrium atau daerah umbilicus, perut
buncit, muntah dan kadang-kadang obstipasi.
Pencegahan
dengan meningkatkan hygiene pribadi dan sanitasi lingkungan. Selain itu,
hindari makanan sayuran mentah atau makanan lain yang terkontaminasi telurnya.
d. Ancylostoma
duodenale dan Necator americanus (Cacing tambang)
1.
Ancylostoma duodenale
Cacing betina, panjang 10-30 mm diameter 0, 60 mm
Cacing jantan, panjang 8-11 mm diameter 0,45 mm
Mulutnya memepunyai 2 (dua) pasang gigi.
2. necator americanus
Cacing betina, panjang 9-11 mm diameter 0,35
Cacing jantan, panjang 5-9 mm
diameter 0,30
Cacing
dewasa hidupnya di dalam intestinum. Penularan penyakit terjadi bilamana larva
cacing (bentuk filarial) menembus kulit.
Gejala penyakit
Gejala
yang biasa timbul bervariasi bergantung pada beratnya infeksi. Gejala yang
sering muncul adalh lemas, lesu, pucat, sesak bila bekerja berat, tidak enak
perut, perut buncit, anemia dan malnutrisi.
Bahan Pemekrisaan untuk Laboratorium
Sample
yang diperiksa adalah faces penderita, diperiksa dengan mikroskop untuk
menentukan telur cacingnya.
Pencegahan
Pencegahan
dilakukan dengan perbaikan cara pembuangan kotoran agar tidak mengotori
permukaan tanah.
4. Nematoda yang infestasinya di
jaringan tubuh
Nematoda
yang infeksinya di jaringan tubuh biasanya bersifat parasitic pula pada hewan,
misalnya pada kucing dan anjing.
a.
Wuchereria bancrofti dan wuchereria
malayi
Wuchereria bancrofti betina panjang 80-100 mm
Jantan
panjang 30-40 mm
Wuchereria
malayi betina panjang 50-55 mm
Jantan panjang 22-23 mm
Wuchereria
sp. Dalam siklus hidupnya memerlukan serangan (insect) sebagai host
intermediatenya. Microfilaria ini akan masuk ke ddalam tubuh nyamuk, ketika
nyamuk menghisap darah manusia, dan berkembang lebih lanjut.
Gejala penyakit
Gejala
penyakit yang utama adalah peradangan dan penyumbatan getah bening.
Bahan Pemekrisaan untuk
Laboratorium
Sample
berupa darah dari penderita.
Pencegahan
Dilakukan
dengan menghindari gigitan nyamuk, pemberantasan nyamuk dan pengobatan semua
penderita untuk menghilangkan sumber penularan.
b.
Onchorerca volvulus
Cacing betina panjangnya
33- 50 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya 19-42 mm. cacing dewasanya hidup
di dalam kulit dan jaringan subcutan.
Gejala penyakit
Benjolan , bisa menimbulkan
bola mata dan pecahnya bola mata yang menimbulkan kebutaan.
Bahan Pemekrisaan untuk
Laboratorium
Sample untuk pemeriksaan
diambil dari kelainan kulit atau nodula untuk menemukan microfilariannya.
Pencegahan
Menghindari gigitan
simulium sp. Pemberantasan vector penyakit.
c.
Loa-loa
Cacing betina panjangnya
50-70 mm, sedangkan cacing jantan panjangya 30-34 mm, microfilarianya 250-300
mikron.menimbulkan penyakit calabar (calabar swelling). Siklus hidupnya dimulai
ketika masuk kedalam lambung chrysops sp. Bersama dengan darah yang diisapnya.
Gejala penyakit
Berjalan sangat lambat
dan kronis yang ditandai dengan pembengkakan jaringan subcutan yang bisa
menghilang secara mendadak karena cacingnya berpindah tempat.
Bahan Pemekrisaan untuk
Laboratorium
Sample diambil dari
benjolan cabara dan darah.
Pencegahan
Mencegah gigitan chrysop
sp. Pemberantasan seranggan penggunaan insecticide, insect repellents dan
pengobatan penderitaan untuk menghilangkan sumber penularan.
d.
Dracunculus medinensis
Cacing betina panjangnya
sekitar 1 (satu) m, sedangkan cacing jantan panjangnya 12-40 mm. Cacing
dewasanya hidup di dalam jaringan ikat dan jaringan subcutan. Penularan dapat
terjadi bila orang minum air yang
mengandung larvanya.
Siklus
Hidup Cacing
Bila cacing betina hamil,
ia akan bergerak ke tempat jaringan subcutan, biasanya di daerah kaki. Pada
tempat di mana ujung anterior cacing akan mencapai kulit, akan terjadi papula
yang akan berubah menjadi vesicula dalam waktu 24-36 jam. Ukuran panjang larva
500-700 mikron dan diameter 25-25 mikron.
Gejala
penyakit
Selama masa inkubasi
(8-12 bulan ) tidak ada gejala sama sekali (asymptomatis).
Bahan
Pemeriksaan untuk Laboratorium
Sample di ambil dari
benjolan Calabar dan darah untuk menemukan cacing dewasanya atau microfilarianya.
Pencegahan
Menghindari minum air yan
mengandung filarianya.
e. Trichinella spiralis
Cacing betina panjangnya
3-4 mm dengan diameter 60-90 mikron. Cacing jantan panjangnya 1,4 – 1,6 mm
dengan diameter 40 -60 mikron.
Larva ini akan masuk ke
dalam aliran darah dan memasuki berbagai jaringan atau pun rongga tubuh, bisa
meninggalkan aliran darah atau masuk kembali ke dalam aliran darah.
Gejala Penyakit
Gejala penyakit berkaitan
dengan terjadinya invasi mukosa usus oleh cacing, penetrasi jaringan otot oleh
larva dan reaksi otot terhadap tumbuhnya kista di dalam otot. Yang ditandai
dengan demam, sakit otot, susah bernafas, sakit pengunyahan, sakit menelan dan
sakit bila berbicara.
Bahan
Pemeriksaan untuk Laboratorium
Biopsy otot skelet, misalnya
musculus deltoidues, bicep atau gastrognemius untuk mencari kistanya.
Pencegahan
Memasak sampai matang
setiap daging yang akan dimakan.
f.
Toxocara canis
Cacing betina panjangnya
6,5-10 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya 4-6 cm. cacing yang host utamanya
adalah anjing, tetapi dapat dapat menular kepada manusia melalui makanan dan
minuman yang nengandung telurnya.
Gejala penyakit
Munculnya gejala demam yang
hilang tibul,malaise, pucat, anorexia, sakit otot dan sendi, perut sakit,
nausea, muntah dan berat badan yang tidak mau naik.
Bahan Pemeriksaan untuk Laboratorium
Sample untuk diperiksa di
laboratorium adalah darah
Pencegahan
Menghindari kontaminasi makanan
dan minuman oleh telur cacing toxocara canis tidak mancapai dewasa didalam usus
manuasia.