Jumat, 27 Juli 2012

PARASITOLOGI


PARASITOLOGI
Bab II

A.      PENDAHULUAN

Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari makhluk hidup (organisme) yang hidupnya menumpang (bergantung) pada makhluk hidup yang lain.
Parasitologi kedokteran adalah ilmu yang mempelajari hewan yang hidup parasitis pada manusia.
Dikenal pula istilah endoparasit dan ectoparasit
Endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh manusia,misalnya dalam darah,otot dan usus, contohnya plasmaodium sp.
Ectoparasit adalah parasit yang hidup menempel pada bagian luar kulit dan kadang-kadang masuk kedalam jaringan di bawah kulit. Misalnya sarcoptes scabiei.
Obligate parasit adalah parasit yang tidak bisa hidup bila tidak menumpang pada host.
Fakultatif parasit adalah parasit yang pada keadaan tertentu  dapat  hidup sendiri di alam, tidak menumpang pada host, misalnya strongyloides stercorralis (cacing).
B.      SUMBER PENULARAN PENYAKIT PARASITOSIS

Sebagai sumber penularan parasitosis dapat berupa:
1.      Tanah dan air yang terkontaminasi.
2.      Makanan yang mengandung parasit.
3.      Arthopoda pengisap darah.
4.      Binatang peliharaan atau binatang liar yang mengandung parasit.
5.      Penderita parasitosis beserta barang-barangnnya atau lingkungannya yang telah terkontiminasi penderita.
6.      Penderitanya dapat dapat menjadi sumber  infestasi bagi dirinya sendidri (autoinfeksi).

C.      PINTU MASUKNYA  PARASIT KE  DALAM TUBUH

Pintu masuk endoparasit umumnya adalahn melalui mulut. Misalnya protozoa usus, hymenolepis nana, taenia solim dan lain sebagainya, masuk dalam tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi parasit,berupa kista, telur,larva, ataupun parasit dewasanya.
Beberapa cacing seperti necartor americanus, schistoma sp, dan sebagainya, larva dari tanah masuk kedalam tubuh, menembus kulit yang utuh.
Parasit-parasit yang dalam siklus hidupnya memerlukan arthropoda pengisapdarah sebagai hostnya, dimasukan ke tubuh manusia melalaui tusukan dikulit waktu arthopoda menghisap.
            Parasit juga bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui
1.      Inhalasi, misalnya telur cacing entersobius vermincularis.
2.      Hubungan sex, misanya trichomonas vaginalis.
3.      Placenta, misalnya toxoplasma gondili.

D.     PROTOZOA

1.      Pendahuluan
Protozoa adalah binatang bersel tunggal. Bentuk dan ukurannya bermacam-macam. Ada yang berbentuk dan ukurannya relatf tetap. Ada yang waktunya relative bentuknya berubah-ubah.walaupun  ukuran dan bentuknya berbeda-beda, secara umum protozoa memepunyai beberapa persamaan.

2.      Cara berkambang biak (reproduksi)
Protozoa dapat memeperbanyak diri (reproduksi) secara asexsual dan sexual. Reproduksi asexsual dapat berupa pembelahan biner (binary fision); 1 (satu) menjadi 2 (dua) ; atau pembelahan multiple( multiple fision) 1 (satu) menjadi beberapa lebih dari 2 (dua)  sel protozoa yang baru. Reproduksi sexual dapat berupa konjugasi atau satunya gamete (fusi gamet).

Reproduksi protozoa yang penting dalam kaitannya dengan kedokteran

kelompok
Reproduksi asexual
Reproduksi sexual
genus
Phylum:sarcomatigophora
Subphylum: sarcodina
Pembelahan biner
Fusi gamet
Amoeba
Entamoeba
Subphylum:mastigopphora
Pembelahan biner
-
Trypanosome
Giardia
Trichomonas
Phylum: apicomplexa
Kelas:sporozoa
Schizogony(pembelahan multiple)
Fusi gamet
Plasmodium
Toxoplasma
Phylum:cilophora
Subphylum:ciliata
Pembelahan travesal
konjugasi
Balantidium
Paramaecium





3.      Protozoa yang penting dalam kaitannay dengan kedokteran

a.      Entamoeba histolytica (entamoeba dysenteriae)
Entamoeba histolytica  mempunyai siklus hidup secara berurutan dari trohozoite (bentuk vegetatif), prakista, kista (dengan 1 (satu) atau 2 (dua) inti),metakista (dengan 4 inti), metatrophozoite, dan trophozoite.
Bentuk trophozoitenya aktif, mudah mati dalam tubuh manusia dan tetap tahan hidup dalam air. Dapat menimbulkan penyakit pada manusia, kucing, anjing dan babi.penulran sangat lah bervariasi seperti lalui musca domestica , kecoa, dan lain sebaginya.
Gejala penyakit
 Gejala penyakitnya sangat bervariasi tergantung pada beratnya infeksi dan tempat dimana infeksinya terjadi.seperti gejala klasik  dan disertai amoeba adalah seringbuang air besar , fecesnya sedikit dengan lender dan darah, yang biasanya disertai rasa sakit diperut dan biasanya tidak demam. Gejalanya bisanya akut bisa juga tidak.
Bahan pemeriksaan untuk laboratorium
Sampel untuk pemeriksaan laboratorium adalah feces atau material dari abscess. Yang harus diperhatikan gambar dari keseluruhan, konsistensi dan baunya.
Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan meningkatkan sanitasi lingkungan dan hygiene pribadi.

b.      Plasmodium sp.
Plasmodium sp. Pada manusia menyebabakan penyakit malaria dengan gejala demam, anemia dan spleomegali( pembengkakan spleen).dikenal 4 jenis plasmodium, yaitu: 1. Plasmodium vivax menyebabkan malalria tertian( malaria tertian benigna); 2. Plasmodium malariae menyebabkan malaria quartana.; 3.plasmadium facifarum menyababkan malaria tropika.; 4. Plasmaium ovale menyebabakan malaria ovale.
Malaria menular melalui gigitan nyamuk Anopheles sp.plasmadium sp.berreproduksi secara sexual dan asexual di dalam host yang berdeda.
Gejala penyakit
Gejala utama malaria adalah demam yang periodic disertai menggigil dan diakhiri dengan keringat, anemia, splenomegali, dan leucopenia. munculnya demam  yang periodik ini berkaitan dengan pencegahan sejumlah besar erythrocyte, baik yang berparasit maupun tidak.
 Bahan pemeriksaan untuk laboratorium
Sampel untuk pemeriksaan laboratorium adalah darah yang diambil pada waktu penderita mengalami demam.
Pencegahan
Penceganhan malaria dilakukan dengan: 1.  Menghidari gigitan nyamuk, misalnya tidur memekai kelambu.; 2.  Mengobati semua penderita untuk menghilangkan sember penularan.;3.  Pemberantasan nyamuk dan larvanya.
           
c.       Toxoplasma gondii
Adalah protozoa berbentuk ovoid atau pyriformis dengan panjang 4-6 mikro dan lebar 2-3mikron, atau parasit pada manuasia, kucing, anjing, ayam, marmot, kambing ,ternak dan merpati. Penularannya di ketahui secara pasti, tetapi di duga melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi yang berasal dari penderita atau binatang yang terinfeksi. Gejaka yang timbul adalah demam yang tidak begitu tinggi,sakit kepala, sakit otot, pembengkakan kelenjar lympha dan spleen.
 Bahan pemeriksaan untuk laboratorium
Sample diambil dari biopsy kelenjar lympha yang memebengkak untuk dilihat dengan mikroskop atau kultur jaringan dan dari darah untuk test serologis.
Pencegahan
Meningkatkan sanitasi lingkungan dan hygiene pribadi (cuci tangan sebelum makan). Makanan, terutama daging harus dimasak sampai matang. Khusus bagi wanita hamil agar menghindari penularan, terutama dari kucing dan kotorannya.
d.      Trichomonas vaginalis
Trichomonas vaginalis adalah protozoa yang terdapat hanya daam bentuk vegetatife (tidak bisa berbentuk kista), ukurannya 10-30 mikron, mempunyai membran undulate dan 4 (empat) flagel anterior, tidak mempunyai flagel posterior, dan reproduksinya dengan cara membalah diri.
Menular melalui hubungan kelamin atau secara tidak langsung melalui pakaian dan air (mandi bersama).
Gejala panyakit
Pada wanita gejalanya berupa leucorrhea(keputihan) disertai sara panas dan gatal pada daerah vagina. Pada pria seringkali asymptomatis, dapat pula menimbulkan rasa gatal, atau urethritis yang hilang timbul.
Bahan pemeriksaan untuk laboratorium
Pada wanita trichomonas vaginalis bisa ditemukan dari secret vagiana, apusan vagina atau dari sedimentasi urina.pada pria bisa diperoleh dari sedimentasi urine atau cairan prostate.

Pencegahan
Menghindari penularan dari penderita (menghindari hubungan sex di luar nikah) dan meningkatkan hygiene pribadi.

e.      Giardia lamblia (lambia intesinalis)
Giardia lamblia bisa berupa vegetative(tropozoit) maupun kista.reproduksinya dengan jalan membelah diri, Giardia lamblia mempunyai 8 (delapan) flagel dengan ukuran panjang 9-21 mikron,lebar 5-15 mikro dan table 2-4 mikron.
Menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi kistanya.
Penyakit yang ditularkannya
Bila infeksinya cukup berat, dapat menimbulkan rasa tidak enak di daerah lambung, nausea,flatulence, diarrhea kronis, tidak ada nafsu makan dan berat badan menurun.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Simple berupa feces, deperiksa dengan mikroskop untuk menemukan bentuk vegetative maupun kistanya.
Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan meningkatkan sanitasi lingkungan dan hygiene pribadi.
f.        Balantidium coli (paramaecium coli)
Balantidium coli merupakan protozoa paling besar dianatara protozoa yang merupakan parasit pada manusia  dan kadang-kadang dapat dilihat dengan mata secara langsung.protozoa ini memiliki 2 (dua) inti yaitu macronucleus dan micronucleus.
Berreprodusi dengan pembelahan biner dan konjugasi.penularanya melalui makanan dan minumann yang terkontaminasi kistanya yang berasal dari faces penderita atau feces binatang yang terinfeksi.
Gejala penyakit
 Balantidiasis kadang-kadang asymptomatis, tetapi umumnya gejalanya menyerupai dysenteri berupa diarrhea, abdominal kolik, tenesmus, nausea, trophozoite, atau kistanya.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Semple berupa feces penderita , dilihat dengan mikroskop untuk menemukan trophozoite atau kistanya.
Pencegahan
Meningatkan santasi lingkungan dan hygiene pribadi khususnya kebersihan makanan dan minuman.


g.      Leishmania donovani
Adalah protozoa yang memiliki 1 (satu)flagel, 1 inti dan 1 kinetoplast. Breproduksi dengan pembelahan biner. Ditulularkan melalui gigitan lalat penghisap darah.

Gejala penyakit
Gejala penyakitnya bisa muncul secara akut dan lambat. Pada yang akut ditandai dengan demam tinggi, menggigil dan muntah-muntah, demamnya biasanya hilang timbul, selang 2 hari,dan penurunan suhu disertai keringat banyak.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Sample untuk pemeriksaan laboratorium berupa darah atau jaringan untuk dilihat dengan miskroskop, perbenihan, percobaan binatang dan test serologi.
Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan: 1. Semua penderita diobati, untuk menghilangkan sumber penularan.; 2. Hilangkan sampah yang membusuk tempat perkembangan baik phlebotomus sp.; 3. Barantas anjing liar yang mungkin menjadi reservoir leishmania donovani.
h.      Leishmania tropica
Sifat leishmania tropica leishmania donovani. Bereproduksi denagn pembelahan biner. Pada manusia menyebabkan penyakit leishmaniasis kulit. Leishmania tropica adalah parasit pada anjing , binatang pengerat dan mamalia lainnya.
Gejala penyakit
Pada tempat gigitan phlebotomus terjadi papula, kemudian ulcus yang tertutup kerak da keluarnya exudates yang lengket.bila terjadi infeksi sekunder akan terjadi kerusakan jaringan yang lebih hebat.
Bahan untuk pemerikasaan laboratorium
Sample di ambil dari kulit dilihat dengan mikroskop untuk menentukan protozoanya dan dilakukan biakan pada perbenihan.
Pencegahan
Lesi kulit harus ditutupi agar tidak dihinggapi lalat untuk mencegah penularan pada orang lain dan autoinfeksi.
i.        Leishmania braziliensis
Mempunyai sifat yang sama dengan leishmania donovani dan leishmania tropica. Bereproduksi dengan pembelahan biner.menimbulkan penyakit mucocutaneous leishmaniasis yang ditularkan melalui gigitan phlebotomus sp.
Gejala penyakit
Pada tempet gigitan phlebotomus terjadi papula yang berwarna merah,gatal dan berkembang menjadi vesicle dan dalam waktu 2-4 minggu akan berkembang menjadi ulcus, kulit sekitarnya maradang.
Bahan untuk pemerikasaan laboratorium
Sample yang diambil ulcus dari kulit atau diselaput lender untuk melihat setelah pewarnaan giemsa dan untuk perbenihan.
Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan phlebotomus sp. Engan menggunkan pengusir insect dan pakaian yang melindungi kulit.
j.        Trypanosome
Trypanosoma adalah protozoa berflagel yang bersifat parasit didalam darah atau jaringan bergai jenis  vertebrata
1.      Trypanosome gambiense mempuyai 3 bentuk, yaitu : panjang ramping berflagel, pendek gemuk tidak berflagel dan berbentuk peralihan antara keduanya. Pada manusia menyebabkan penyakit tidur. Hidup di dalam darah kelenjar lympha,spleen dan liquor cerebrospinalis. Enfeksi trypanosome gambiense pada ternak kambing dan babi seringkali asimptomatis sehingga berbahaya sebagai sumber penularan.
Gejala penyakit
Tempat gigitan lalat glossina akan terasa gatal dan sakit diikuti demam, sakit kepala, menggigil dan kehilangan nafsu makan.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Sample di amabil dari darah, kelenjar getah bening, liquor cerebrospinalis atau sumsum tulang.
Pencegahan
Menghindari gigitan glossina sp. Pengobatan penderita untuk menghilangkan sumber penularan, pemberantasan lalat dengan insecticide.
2.      Trypanosome cruzi didalam siklus hidupnya melibatkan manusia sebagai host dan seranagn sebagai host sekaligus vector penyakitnya.bereproduksi dengan jalan pembelahan biner. Sebagai binatang reservuirnya antar lain anjing , kucing, moyet, dan kelelawar.penularan penyakitnya kepada manusia melalui gigitan triatoma sp.
Gejala penyakit
Gejala akutnya seperti : demam tinggi, anorexia, muntah,dan diarrhea.
Bahan untuk pemeriksaan laboratorium
Sample untuk pemeriksaan laboratorium berupa darah biopsy jaringan.
Pencegahan
Dengan menghindari gigitan triatoma, misalnya tidur berkelmbu, karena triatoma sering menggigit malam hari.
E.      CACING ( HELMINTH)
1.      Cacing dan penyakit karena cacing
Cacing yang bersifat parasit pada manusia termasuk dalam 2 (dua) golongan besar, yaitu : cacing bulat (nemathelminthes) dan cacing pipih (platyhelminthes). Penyakit karena cacing (helminthiasis), banyak tersebar diseluruh dunia terutama daerah tropis.hal ini dikaitkan dengan faktor cuaca dan tingkat sosio-ekonomi masyarakat.
2.      Nematode
Nematode (cacing bulat)mempunyai bentuk bulat panjang dan tidak bersemen mempunyai kelamin jantan dan betina. Cacing jantan lebih kecil dari pada cacing betina dan melengkung kearah ventral. Ukurannya berparnyasi.bentuk telurnya bermacam-macam tergantung  jenis cacingnya.
a. Nemotoda intestinal
siklus hidup nemotoda intestinal  dapat dibagi dalam 3 golongan , yaitu: tipe langsung, modifikasi dari tipe langsung dan penetersi kulit.
Ø  Tipe langsung
Dalam hal ini cacing dewasa langsung tumbuh dari telur cacing begitu sampai di dalam tractus intestinalis. Misalnya, trychuris trichiura dan enterobius vermicularis.
Ø  Modifikasi dari tipe langsung
Telur cacing yang berembrio yang masuk ke dalam itestinum menetas menjadi larva. Larva ini menembus dinding intestinum, masuk ke dalam aliran darah. Di daam paru-paru larva akan keluar dari sistem kapiler naik ke trachea, kemudian masuk keoessophagus, tertelan ke lambung terus ke intestinum dan menjadi cacing dewasa, misalnya Ascaris lumbricoides.
Ø  Tipe penetrasi kulit
Telur yang berasal dari feces penderita, pada tanah yang basah akan menetas mejadi bentuk rhabditia yang setelah beberapa waktu tumbuh menjadi bentuk filaria. Bentuk filaria ini dapat menembus kulit yang utuh kemudian masuk ke dalam aliran darah sampai kapiler paru-paru, kemudian, ke luar dari kapiler paru-paru naik ke trachea, pindah ke oesophagus tertelan untuk akhirnya sampai di intestinum untuk menjadi dewasa. Misalnya, Ancylostoma duodenale.
3. Nematoda yang Infestasinya di dalam Usus (Nematoda Intestinal)
a. Trichuris trichiura
Panjang cacing betina antara 35-50 mm, sedangkan cacing jantan 30-40 mm. bentuknya seperti cambuk, bagian anterior kecil seperti benang sedang bagian posteriornya, kira-kira 2/5 (dua perlima) dari panjang cacing, jadi lebih besar. Biasanya menempati daerah cecum dan appendix. Menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi telurnya.

Gejala Penyakitnya
Bila infeksinya ringan, biasanya asymptomatis (tanpa gejala). Bila jumlah cacingnya banyak, biasanya timbul diarrhea dengan feses yang berlendir, nyeri perut, dehidrasi, anemia, lemah dan beratbadan menurun.
Bahan Pemekrisaan untuk Laboratorium
Sample berupa feces penderita untuk menemukan telur cacingnya.
Pencegahan
Peningkatan hygiene pribadi, cuci tangan sebelum makan, hindari makan sayuran mentah dan perbaikan cara pembuangan feces.
b. Enterobius vermicularis (oxyuris vermicularis)
Cacing betina panjangnya 8-13 mm, sedangkan cacing jantan 2-5 mm. Biasanya menempati daerah bagian bawah ileum, cecum dan colon.
Menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi telurnya. Dapat juga melalui udara yang mengandung telur cacing yang berasal dari pakaian atau gtempat tidur penderita lalu terhirup bersama udara pernapasan. Infeksi karena interobius vermicularis biasanya mengenain semua keluarga dan asymptomatis.
Bahan pemeriksaan untuk laboratorium adaah melakukan perianal swab (apusan perianal)yang dilakukan pagi hari, sebelum penderita mandi dan defecate (buang air besar).
Pencegahan dilakukan dengan meningkatkan hygiene pribadi dan menghindari penularan.
c. Ascaris lumbricoides
cacing betina panjangnya 20-35 cm, sdangkan cacing jantan 15-30 cm. Cacing dewasanya hidup di usus halus terutama di jejunum. Menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi telurnya.
Gejala penyakit
1.    Reaksi terhadap larva migran
Sewaktu larva bermigrasi menembus dinding intestinum dan alveolus terjadi perdarahan kecil-kecil. Penderita akan demam, batuk-batuk, dan kadang terjadi hemoptysis.


2.    Reaksi terhadap cacing dewasa
Gejalanya berupa nyeri perut biasanya di daerah epigastrium atau daerah umbilicus, perut buncit, muntah dan kadang-kadang obstipasi.
Pencegahan dengan meningkatkan hygiene pribadi dan sanitasi lingkungan. Selain itu, hindari makanan sayuran mentah atau makanan lain yang terkontaminasi telurnya.
d.   Ancylostoma duodenale dan Necator americanus (Cacing tambang)
1.  Ancylostoma duodenale
Cacing betina, panjang 10-30 mm diameter 0, 60 mm
Cacing jantan, panjang 8-11 mm diameter 0,45 mm
Mulutnya memepunyai 2 (dua) pasang gigi.
2. necator americanus
Cacing betina, panjang 9-11 mm  diameter 0,35
Cacing jantan, panjang 5-9 mm  diameter 0,30
Cacing dewasa hidupnya di dalam intestinum. Penularan penyakit terjadi bilamana larva cacing (bentuk filarial) menembus kulit.
Gejala penyakit
Gejala yang biasa timbul bervariasi bergantung pada beratnya infeksi. Gejala yang sering muncul adalh lemas, lesu, pucat, sesak bila bekerja berat, tidak enak perut, perut buncit, anemia dan malnutrisi.
Bahan Pemekrisaan untuk Laboratorium
Sample yang diperiksa adalah faces penderita, diperiksa dengan mikroskop untuk menentukan telur cacingnya.
Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan perbaikan cara pembuangan kotoran agar tidak mengotori permukaan tanah.
4.   Nematoda yang infestasinya di jaringan tubuh
Nematoda yang infeksinya di jaringan tubuh biasanya bersifat parasitic pula pada hewan, misalnya pada kucing dan anjing.
a.      Wuchereria bancrofti dan wuchereria malayi
Wuchereria  bancrofti betina panjang 80-100 mm
                                      Jantan panjang 30-40 mm
Wuchereria malayi betina panjang 50-55 mm
                                Jantan panjang 22-23 mm
Wuchereria sp. Dalam siklus hidupnya memerlukan serangan (insect) sebagai host intermediatenya. Microfilaria ini akan masuk ke ddalam tubuh nyamuk, ketika nyamuk menghisap darah manusia, dan berkembang lebih lanjut.


Gejala penyakit
Gejala penyakit yang utama adalah peradangan dan penyumbatan getah bening.
Bahan Pemekrisaan untuk Laboratorium
Sample berupa darah dari penderita.
Pencegahan
Dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk, pemberantasan nyamuk dan pengobatan semua penderita untuk menghilangkan sumber penularan.
b.      Onchorerca volvulus
Cacing betina panjangnya 33- 50 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya 19-42 mm. cacing dewasanya hidup di dalam kulit dan jaringan subcutan.
Gejala penyakit
Benjolan , bisa menimbulkan bola mata dan pecahnya bola mata yang menimbulkan kebutaan.
Bahan Pemekrisaan untuk Laboratorium
Sample untuk pemeriksaan diambil dari kelainan kulit atau nodula untuk menemukan microfilariannya.
Pencegahan
Menghindari gigitan simulium sp. Pemberantasan vector penyakit.
c.       Loa-loa
Cacing betina panjangnya 50-70 mm, sedangkan cacing jantan panjangya 30-34 mm, microfilarianya 250-300 mikron.menimbulkan penyakit calabar (calabar swelling). Siklus hidupnya dimulai ketika masuk kedalam lambung chrysops sp. Bersama dengan darah yang diisapnya.
Gejala penyakit
Berjalan sangat lambat dan kronis yang ditandai dengan pembengkakan jaringan subcutan yang bisa menghilang secara mendadak karena cacingnya berpindah tempat.
Bahan Pemekrisaan untuk Laboratorium
Sample diambil dari benjolan cabara dan darah.
Pencegahan
Mencegah gigitan chrysop sp. Pemberantasan seranggan penggunaan insecticide, insect repellents dan pengobatan penderitaan untuk menghilangkan sumber penularan.




d.      Dracunculus medinensis
Cacing betina panjangnya sekitar 1 (satu) m, sedangkan cacing jantan panjangnya 12-40 mm. Cacing dewasanya hidup di dalam jaringan ikat dan jaringan subcutan. Penularan dapat terjadi bila orang minum  air yang mengandung larvanya.

Siklus Hidup Cacing
Bila cacing betina hamil, ia akan bergerak ke tempat jaringan subcutan, biasanya di daerah kaki. Pada tempat di mana ujung anterior cacing akan mencapai kulit, akan terjadi papula yang akan berubah menjadi vesicula dalam waktu 24-36 jam. Ukuran panjang larva 500-700 mikron dan diameter 25-25 mikron.
Gejala penyakit
Selama masa inkubasi (8-12 bulan ) tidak ada gejala sama sekali (asymptomatis).
Bahan Pemeriksaan untuk Laboratorium
Sample di ambil dari benjolan Calabar dan darah untuk menemukan cacing dewasanya atau microfilarianya.
Pencegahan
Menghindari minum air yan mengandung filarianya.
e.      Trichinella spiralis
Cacing betina panjangnya 3-4 mm dengan diameter 60-90 mikron. Cacing jantan panjangnya 1,4 – 1,6 mm dengan diameter 40 -60 mikron.
Larva ini akan masuk ke dalam aliran darah dan memasuki berbagai jaringan atau pun rongga tubuh, bisa meninggalkan aliran darah atau masuk kembali ke dalam aliran darah.
Gejala Penyakit
Gejala penyakit berkaitan dengan terjadinya invasi mukosa usus oleh cacing, penetrasi jaringan otot oleh larva dan reaksi otot terhadap tumbuhnya kista di dalam otot. Yang ditandai dengan demam, sakit otot, susah bernafas, sakit pengunyahan, sakit menelan dan sakit bila berbicara.
Bahan Pemeriksaan untuk Laboratorium
Biopsy otot skelet, misalnya musculus deltoidues, bicep atau gastrognemius untuk mencari kistanya.
Pencegahan
Memasak sampai matang setiap daging yang akan dimakan.
f.        Toxocara canis
Cacing betina panjangnya 6,5-10 cm, sedangkan cacing jantan panjangnya 4-6 cm. cacing yang host utamanya adalah anjing, tetapi dapat dapat menular kepada manusia melalui makanan dan minuman yang nengandung telurnya.
Gejala penyakit
Munculnya gejala demam yang hilang tibul,malaise, pucat, anorexia, sakit otot dan sendi, perut sakit, nausea, muntah dan berat badan yang tidak mau naik.
Bahan Pemeriksaan untuk Laboratorium
Sample untuk diperiksa di laboratorium adalah darah
Pencegahan
Menghindari kontaminasi makanan dan minuman oleh telur cacing toxocara canis tidak mancapai dewasa didalam usus manuasia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar