Minggu, 11 November 2012


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Prakti keperawatan profesional yaitu tidakan mandiri perawat ahli madya, Ners, Ners spesalis dan Ners kosultan yang melaluai kejasam ayang bersifat kolaboratif dengan klien dan tenaga kesehatan lain. Dalam memberikan asuhan keperwatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya. oleh  karena itu kami ini hanyalah ingin belajar untuk mengetahui apa yang telah kami pelajari dari buku – buku yang peranah kami baca, penjelasan yang kami ketahui dari penjelasan pendidik yang telah mengajarkan ilmunya kepada kami dan  juga dari sumber-sumber lain.
          1.2. Rumusan Masalah
1.     Pengertian praktik keperawatan profesional_ _ _ _ _ _ _ _ _ ?
2.     Falsafah praktik keperawatan  _ _  _  _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ?
3.     karakteristik praktik keperawatan profesional _ _ _ _ _ _ ?
4.     hakikat praktik keperawatan  _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ ?
5.     karakteristik hubungan profesional  _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _?
6.     fokus prktik keperawatan profesional _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _?


1.3. Tujuan Penulis
Memenuhi tugas yang di berikan dosen kepada saya, untuk menambah nilai yang kurang dalam mata kuliah ini dan supaya saya dapat  memehami pelajaran mata kuliah ini lebih dalam, semoga dalam pembuatan makalah ini dapat berguna khususnya bagi saya dan umumnya buat  pembaca, saya berharap kritik dan saran dari bapak dosen agar di kemudian hari dapat bermanfaat untuk diri saya.
                  
         

BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian praktik keperawatan profesional
Menurut konsorsium kesehatan (1996) praktik keperawatan adalah tindakan kemandirian perawat profesional melalui kerjasama bersifat kolaboratif dengan pasien atau klien dan tenaga kesehatan lain dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawab.
Menurut malkemes.L.C (1983) praktik keperawatan adalah suatu proses ketika Ners terlibat dengan klien , dan memulai kegiatan ini masalah klien di definisikan dan diatasi.
2. Falsafah praktik keperawatan
Sebagian besar dasar falsafah praktik keperawatan profesional dan teori keperawatan . falsafah praktik keperawatan secara umum mengandung dasar-dasar pemikiran yang sama untuk mengemban tugas keperawatan , tetapi disetiap negara pernyataan yang di susun dengan nilai dan latar belakang budayanya.
Dalam lokkarya nasional bulan januari 1983 telah disepakati adanya profesionalisasi keperawatan, dengan menetapkan pengertian keperawatan, falsafah keperawatan, serta pearan dan fungsi perawat.
Pernyataan falsafah keperawatan di indonesia
v Perawat merupakan bantuan,  diberikan karena adanya kelemahan fisik dan metal, keterbatasan pengetahuan, serta kurangnya kemauan menuju pada kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehat sehari-hari.
v Kegiatan dilakukan dalam upaya penyembuhan, pemulihan, serta pemeliharaan kesehatan.
Dalam mengembangkan filsafah keperawatan kita tidak dapat hanya mengacu pada suatu teori keperawatan, namun falsafah harus menjelaskan berbagai pandangan dasar tentang hakikat manusia dan esansi keperawatan sehingga dapat di jadikan kerangka dasar yang kokoh bagi praktik keperawatan.

3. karakteristik praktik keperawatan profesional
Ø  Otoritas (autority) , yakni memiliki kewenangan sesuai dengan keahliannya yang akan mempengaruhi peroses asuhan melalui peran profesional
Ø Akuntabilitas ( accoun tability ), yakni tanggung gugat terhadap apa yang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan bertanggung jawab kepada klien, diri sendiri, dan profesi, serta mengambil keputusan yang berhubungan dengan asuhan
Ø Pengambilan keputusan yang mandiri ( independent decision making ), berarti sesuai dengan kewenagan dengan dilandasi  oleh pengetahuan yang kokoh dan menggunakan pendekatan yang ilmiyah dalam membuat keputusan pada tiap tahapan peroses keperawatan dalam menyelesaikan masalah.
Ø Kolaburasi ( collaboration ), artinya dapat bekerjasama, baik lintas program maupun lintas sektor dengn mengadakan hubungan kerja dengan berbagai disiplin dalam mengakses masalah klien, dan membantu klien menyelesaikannya.
Ø Pembelaan atau dukungan ( advococy ), artinya bertindak demi hak klien untuk mendapatkan asuhan yang bermutu dengan mengdakan intervensi untuk kepentingan ataun demi klien dalam mengatasi masalahnya, serta berharap dengan pihak-pihak lain yang lebih luas.
Ø Fasilitas ( facilitation ), artinya mampu memberdayakan klien dalam upaya meningkatkan derajat kesehatannya dengan memaksimalkan potensi dari organisasi dan sistem klien-keluarga dalam asuhan.

4. hakikat praktik keperawatan

Pada hakikatnya, keperawatan sebagai profesi senantiasa mengabdi kepada kemanusiaan ,mendahulukan kepentingan kesehatan klein di atas kepentingan sendiri, bentuk pelayanan bersifat humalistik , menggunakan pendekatan secara holistik, di laksanakan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan  serta menggunakan kode etik sebagai tuntutan utama dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Asuhan keperawatan yang merupakan inti prakik keperawatan di tunjukan pada klien yaitu individu, keluarga, dan masyarakat. Yang didasarkan pada hubungan profesional keperawatan-klien yang pada hakikatnya mengcu pada sistem intertaksi antara perawat-klien secara positif atau mengdakan hubungan terapeutik  yang berarti bahwa setiap intraksi yang dilakukan memberikan dampak terapeutik yang memungkinkan klien untuk berkembang lebih baik.

5. karakteristik hubungan profesional

Ø Berorientasi pada kebutuhan klien.
Ø Di arahkan padab pencapaian tujuan.
Ø Bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah klien.
Ø Memahami kondisi klien dengan berbagai keterbatasannya.
Ø  Memberi penilaian berdasarkan norma yang disepakati antara perawat-klien.
Ø Berkewajiban memberi bantuan pada klien agar mampu menolong dirinya secara mandiri.
Ø Berkewajiban untuk membina hubungan berdasarkan rasa percaya.
Ø Bekerja sesuai dengan kaidah etik untuk menjaga kerahasian klien dan haya menggunakan informasi untuk kepentingan dan prsetujuan klien.
Ø Berkewajiban menggunakan komunikasi efektif dalam memenuhi kebutuhan klien.
Dengan terciptanya hubungan profesional perawat-klien, maka perawat sebagai pemberi pelayanan keperawatan atau praktik keperawatan akan membantu suatu kepercayaan. Dengan adanaya kepercayaan tersebut. Perawat lebih menunjukan kemampuan atau kompetensinya pada klien berupa kemampuan intelektual, keterampilan teknis dan sikap yang dilandasi etika profesi sehingga mampu membantu keputusan secara profesional.
6. fokus prktik keperawatan profesional
Praktik keperawatan tidak boleh terlepas dari upaya kesehatan masyarakat dunia dan sistem kesehatan nasional. Fokus utama keperawatan saat ini adalah kesehatan masyarakat dengan target populasi total. Manusia tidak di pandang hanya ari aspek fisik tetapi di panndang sebagai mahluk yang holistik yang terdiri atas bio-psiko-sosio-kultural dan psiritual.
Tujuan praktik keperawatan sesuai yang dirancang WHO ( 1985 ) harus di upayakan pada pencegahan primer, peningkatan kesehatan pasien, keluarga dan masyarakat, perawat sendiri dan peningkatan kepercayaan diri.


Praktik keperawatan meliputi empat area yang terkait dengan kesehatan ( kozier & E.R.B , 1990 ) yaitu :
Ø Peningkatan kesehatan ( health promotion ) : kesehatan merupakan status kemampuan individu atau manusia yang didefinisikan sebagai kemampuan dari salah satu kemampuan yang maksimal maupun potensial. The america hospital assocation ( 1980 ) mendiskripsikan kesehatan sebagai berikut “kesehatan yang objektif tidak hanya untuk menghindari penyakit atau untuk memperpanjang hidup, yang objektif adalah untuk mempertinggi kualitas hidup seseorang” kesehatan adalah bagian yang esensial dari masing-masing tujuan keperawatan.
Peningkatan kesehatan adalah kerangaka aktifitas kepearawatan. Kesadaran diri klien, kesadaran kesehatan, keterampilan kesehatan dan kegunaan semua sumber yang di pertimbangakan sebagai perawatan yang di berikan parawat.peningkatan kesehatan membantu masyarakat dalam mengembangkan sumber untuk memelihara atau meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mereka. Tujuan kesehatan yang ingin di wujudkan adalah mencapai derajat kesehatan yang optimal. Fokus peningkatan kesehatan di arahkan untuk memelihara atau meningkatkan kesehatan umum, inividu, keluarga dan komunikasi.
Ø Pemeliharaan kesehatan (Health Maintenance) : kegiatan kesehatan dalam pemeliharaan kesehatan adalah kegiatan yang membantu klien memelihara status kesehatan mereka.perawat melakukan aktivitas untuk membantu masyarakat mempertahankan status kesehatan.
Tiga perkembangan pemeliharaan kesehatan :
ü Mencoba mengindentifikasikan gejala penyakit kronis sebelum penderita menginapnya, misalnya melakukan pemeriksaan fisik secara teratur untuk usia diatas 35 tahun.
ü Meningkatkan ketertarikan terhadap masalah kesehatan sehubungan dengan  perubahan struktur sosial masyarakat.
ü Keterkaitan pada faktor lingkungan sehubungan dengan penyebab penyakit karena stress.
Ø Pemulihan kesehatan (Health restoration). Perawat membantu pasien meningkatkan kesehatan setelah pasien memiliki masalah kesehatan atau penyakit. Sebagai contoh adalah mengajarkan pasien merawat luka pembedahan atau membantu orang cacat memper­tahankan kekuatan fisik seoptimal yang dapat dilakukan.
Ø Perawatan orang yang menjelang ajal. Perawat memberikan rasa nyaman dan merawat orang dalam keadaan menjelang ajal. Kegiatan dapat dilakukan di rumah sakit, rumah dan fasilitas kesehatan yang lain.

      

PENUTUP
KESIMPULAN

Prakti keperawatan profesional yaitu tidakan mandiri perawat ahli madya, Ners, Ners spesalis dan Ners kosultan yang melaluai kejasam ayang bersifat kolaboratif dengan klien dan tenaga kesehatan lain. Dalam memberikan asuhan keperwatan sesuai lingkup wewenang dan tanggung jawabnya.
Dalam makalah ini juga menerangkan tentang Pengertian praktik keperawatan profesional,Falsafah praktik keperawatan, karakteristik praktik keperawatan profesional, hakikat praktik keperawatan, karakteristik hubungan profesional, dan  fokus prktik keperawatan profesional.

 DAFTAR PUSTAKA

Kusnanto. ( 2004 ). Pengantar profesi & praktik keperawatan profesional. Jakarta : EGC




Tidak ada komentar:

Posting Komentar